Hamil Anak Ular Bab 69 : Bisikan Kakek Ular “Bukan ragaku yang sakit, Ma, tapi hati ini .... “ Manu bergumam sambil memegangi d**a, ketika sang mama sudah keluar dari kamarnya. “Sakit karena cinta itu ... sakitnya luar biasa ternyata dan dapat membuat semangat hidup jadi menurun. Aya, aku harus bisa lupakan dia. Sebaiknya aku menutup hati mulai saat ini biar tak lagi tersiksa perasaan. Sepertinya ... cinta tak layak untuk menusia aneh sepertiku.” Manu membatin sambil memiringkan tubuhnya lalu memeluk gulingnya. Taklama berselang, Endah sudah kembali ke kamar Manu dengan membawa segelas jus buah naga dan sepiring cemilan. Sebenarnya cowok bersisik ular itu tak berselera untuk makan tapi demi sang mama, ia tak rela menolaknya. “Letakkan di meja saja, Ma, nanti Manu minum kok,” ujar Manu

