Hamil Anak Ular Bab 73 : Jerat Fiolisa Hingga pagi tiba, Manu tak tertidur lagi sebab Fiolisa tak hentinya mengajak mengobrol. Gadis itu tak takut kepadanya, malah terang-terangan mengakui menyukainya walau mereka baru saja bertemu. “Fio, aku mau melanjutkan perjalanan,” ujar Manu sambil mengenakan masker wajahnya. “Aku ikut, Bang!” rengek Fiolisa sambil menarik tangan Manu. “Aku mau melanjutkan perjalanan, kamu pulanglah! Sampai bertemu lagi.” Manu melepaskan tangan Fiolisa yang bergelayutan di bahunya. “Antar aku pulang, Abang!” rengek Fiolisa. “Ya sudah, ayo kuantar pulang. Rumahmu di arah mana? Tapi jangan bergelayutan seperti ini, kita baru juga kenal.” Manu merasa risih akan keagresifan gadis di sampingnya. “Tapi ... walau baru kenal, aku langsung suka loh sama Abang .... “ r

