Hamil Anak Ular Bab 58 : Bukan Manu "Ma, Mama ... Mama kenapa? Bangun, Ma!" Anjani menggoyang pundak sang mama yang terlihat begitu gelisah dan tegang, namun masih dengan mata terpejam. Endah membuka mata dan mengerjap beberapa kali, diusapnya keringat yang memenuhi dahi lalu duduk dengan jantung yang berdebar-debar. Ia lega karena ini hanya mimpi tapi terasa sangat nyata. "Mama mimpi buruk, ya?" tanya Anjani sambil mengambil air putih di atas nakas dan mengulurkannya ke hadapan sang mama. Endah mengangguk lemas sambil menenggak sedikit air putih itu lalu segera mengembalikannya ke Anjani. "Mama mimpi apa?" Anjani mengusap punggung sang mama. Endah langsung menceritakan mimpinya kepada Anjani. Putrinya itu terlihat mengerutkan dahi, ia mulai menduga-duga. "Ya udah, Mama tidur lagi

