Amira melirik kearah Rafa meminta bertujuan padanya untuk mengatakan pada hazel yang sebenarnya, Rafa yang di lirik oleh istrinya pun mengangguk. "Mama tidak pernah niat mau ninggalin kamu seperti yang kamu pikirkan sebelumnya nak, Mama menikah sama ayah kandungmu karena papa reyhan yang jual Mama kepada nya, bahkan dia lebih memilih perusahaan lebih maju dari pada nasib Mama." jelas Amira yang menahan air matanya supaya tidak tumpah di hadapan hazel, betapa menyakitkan hatinya mengingat masa-masa itu. Namun ia sangat bersyukur, setidaknya ia tidak ada lagi hubungan sama lelaki bijat itu yang hanya memikirkan perusahaan nya. Hazel menatap lekat mamanya, di dalam hatinya sangat kaget karena sudah salah mengira selama ini. Padahal mamanya selama ini lebih menderita batin dari pada diriny

