Chapter 86

1018 Kata

“Menurut gue, sih, dia kagak bakal mau. Kalau gue perhatiin, hal begini, di sini mah susah dapet perhatian khusus. Undang-Undangnya jelas ada. Tapi, implementasinya di lapangan rendah banget. Kecuali kalau viral meskipun nggak menjamin tuntas, sih. Malah kasihan Ajeng kalau gue.” Aldi memberikan pendapat dari sisi dirinya yang merupakan salah satu masyarakat yang sudah tidak menaruh harapan terhadap kepastian hukum di tanah airnya. Sudah terlalu banyak hal terjadi yang membuat hukum negara menjadi sangat lemah di hadapan pemilik kuasa. “Soal itu ... kita pikirin nanti aja,” kata Ale. “Gue sekarang fokus ngasih pelajaran ke cowok a*u itu dulu.” “Lu bener, Le. Kita fokus sama hal yang bisa kita lakuin dulu aja.” Fatir menimpali. “Temennya mas Fandy ada yang jadi staf dekanat. Nanti gue m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN