I don’t need your honesty. It’s already in your eyes. Hari kedua dari cuti dadakan Ken terasa panjang dia lalui. Wajah Ibu Kamel yang bersungut-sungut terlintas sebentar. Dua kali dalam setahun ambil cuti dadakan siapa Bos yang tidak sebal. Untungnya dengan sedikit rayuan Genta yang berhasil bermanis-manis ria meredamkan emosi Ibu Kamel dan menolong Ken dari dikeluarkannya SP 1. Sefrustasinya Ken dengan apa yang dia alami baru-baru ini tidak membuat Ken seterpuruk itu sampai harus kehilangan pekerjaannya. Dia hanya butuh waktu untuk kembali kekesadarannya. Berulang kali bilang ke diri sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Merapalkan kalimat itu bagai mantra. Masih hangat di ingatan ketika hari itu dia membaca pesan singkat Lenan. Pesan singkat yang mengabarkan laki-laki itu

