“Jadi ini Perusahaan yang mempekerjakan karyawan yang suka menghilangkan handphone nya sendiri.” Ken nyengir miris mengingat perkataan Lenan terhadap dirinya. Sudah lewat seminggu semenjak kejadian itu, dan Ken masih saja belum bisa melupakannya. "Am I really that worst??" tanya Ken dalam hati. "Gue baru sekali ngerasa sangat terintimidasi. Dan gue nggak terima itu. Titik." Ken menyuarakannya dalam bentuk suara kali ini. "Apalagi? Udah lah nggak usah lo pikirin terus. Udah jam berapa ini, request audit udah kelar?" tanya Genta yang membuat Ken semakin kesal dan mengacak-acak rambutnya. "Duh jangan bahas audit deh. Sensi gue sama auditor. Ada apa sih dengan hidup gue ini Tuhan. Kerjaan gak ada abisnya. Ditinggal kawin mantan. Diremehin orang." "Nah. Mulai drama lagi ka

