Anastasia mengendap-endap hingga sampai di belakang pintu kamar dengan cepat. Dia bisa bernapas lega karena sudah berhasil mencapai tujuannya, menghilangkan celah untuk memandangi diri yang kini tubuhnya hanya ditutup oleh daun berukuran lebar. Jika dia berpikir kalau permasalahan hidupnya sampai di sana saja, sungguh salah besar karena tidak lama kemudian pintu kamar terbuka lebih lebar dari sebelumnya. Anastasia membeku diam di tempat ketika melihat sang duke baru saja memasuki kamar. Raut kebingungan jelas terpancar di wajah yang tadinya datar. "L-luce?" Melihat seseorang bertelanjang di depan mata, terlebih istrinya sendiri membuat sang duke segera menutup pintu. Dia juga menguncinya agar tidak ada orang lagi yang melihat kejadian janggal nan begitu memalukan ini. Tidak tah

