Bab 58: Bermimpi Buruk

1002 Kata

Anastasia membalikkan tubuh yang menyamping posisi tidurnya. Saat itu pula dia membuka mata dan tepat di depan mata tampak sang duke masih memejamkan mata. Padahal sinar mentari sudah menembus kisi-kisi kamar mereka namun sang duke masih tidak beranjak juga. Bukan seperti kebiasaan yang dia ketahui selama ini kalau sang duke selalu bangun lebih awal dibandingkan dengan dirinya. Dia membuka telapak tangan kanan yang terdapat luka tadi malam. Luka itu telah kering seperti yang dikatakan sang duke padanya. Tetapi cairan merah yang telah kering itu masih menempel di sana. Membuatnya terlihat parah dari luka yang sebenarnya. Dia turun dari ranjang dan beranjak ke kamar mandi. Mengambil handuk satunya lagi untuk kemudian dicelupkan ke dalam air. Handuk itu diperas hingga air tidak lagi menetes.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN