Bab 39: Menanti Kebenaran

2007 Kata

"B-baiklah. S-saya akan mengatakannya." Ucap seorang pria dengan lemah hampir tercekat. Pria yang berdiri menekuk lutut itu sudah babak belur. Dia sudah tidak sanggup lagi menahan pukulan yang dilayangkan tanpa ampun padanya. Lebih baik dia ditebas mati ketimbang harus menahan sakit. Tampaknya sang duke tidak akan mengabulkan harapannya itu dan lebih memilih menyiksanya agar mau membuka mulut. Sebelumnya dia tidak menyangka jika akan berhadapan dengan sang duke. Tugasnya hanya menyerang Anastasia secara diam-diam. Kebetulan wanita itu seorang diri, dia tidak ragu untuk menggunakan pedang. Rencananya adalah menyerang secepat mungkin sebelum sang duke datang, akan tetapi gagal karena tidak semudah yang dikira. Wanita yang dianggap mudah untuk ditumbangkan ternyata mencoba untuk bertarung d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN