Ada kobaran api di mata Anastasia yang berfokus pada cahaya merah di depan mata. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan sang duke karena ingin memikirkan kalimat yang tepat untuk mendeskripsikan keadaannya setelah kembali. Memang dia merasa senang, akan tetapi di balik itu semua terdapat ruang hampa di dalam hatinya. Sampai sekarang dia masih belum tahu kenapa bisa merasa seperti itu. "Aku tinggal di lingkungan yang ramai, tapi sehari-hari sangat sepi. Orang-orang selalu sibuk bekerja. Tapi hari di mana kepulanganku, mereka menyempatkan diri untuk memberikan sambutan. Kedua adikku sampai melonjak kegirangan dan sulit untuk ditenangkan. Tidak berbeda dengan ibuku yang mengeluarkan air mata haru." Sang duke dapat merasakan bagaimana senangnya Anastasia mendapatkan perlakuan hangat or

