Lady Ileana langsung menghamburkan diri ke dalam pelukan yang sudah lama ditunggu kehadirannya. Mereka saling memeluk beberapa saat tanpa sepatah kata keluar dari bibir. Hanya hati yang berbisik merdu menyuarakan betapa rindunya mereka saat ini. Orang yang memutus pelukan pertama kali adalah Pangeran Tatius. Dia menatap kedua bola mata itu sebentar sebelum turun hingga berhenti pada bagian perut. Tangannya mengusap lembut di sana sambil membayangkan jiwa murni yang mereka miliki. "Ayah berkata kalau kau baru saja bisa terlelap setelah melalui pengalaman yang cukup berat hari ini. Dan aku datang mengusik waktu istirahatmu." Lady Ileana meletakkan kedua tangannya di atas perut, membuat mereka saling bersentuhan. "Aku mendengar apa yang terjadi di istana kerajaan." Dia menjauhkan

