Beberapa hari berlalu semenjak kepergian Nollie. Hingga saat ini kesedihan tidak berhenti meliputi Anastasia. Dia lebih memilih untuk menyepi dan menyalahkan diri sendiri. Kini dia duduk di kursi yang mana sebelumnya menjadi tempat bagi Nollie menuliskan surat. Pada saat itu wajah yang dia lihat sangat bahagia mengayunkan pena bulu. Setiap susunan kata ditulis dengan sikap yang tulus. Dia bisa melihat hal itu dari Nollie yang menuliskan surat untuk ibunya. Bahkan tidak jarang dia juga tersentuh dengan rangkaian kalimat yang dapat menyalurkan bagaimana perasaannya. Semua tidak akan pernah dia lihat lagi. Nollie telah pergi meninggalkan banyak penyesalan yang mungkin tidak akan pernah bisa dia tebus. Andaikan waktu bisa diulang kembali, dia tidak akan pernah menjadikan Nollie sebagai pelay

