Bab 103: Menuntaskan Kegelisahan

1365 Kata

Putri Kayana mengerutkan dahi dalam-dalam. Dia sangat terusik akan keberadaan Kyne yang belum juga pergi. Bahkan setelah dia selesai mengganti pakaian dan berbaring lagi di ranjang, tidak ada pergerakan menjauh sama sekali.   Kyne juga sangat berani berbaring di sampingnya. Meskipun hanya berbaring dan tidak terjadi apa-apa di antara mereka selama satu jam ini, akan tetapi hal semacam ini tidak benar.   Pada akhirnya kesabaran tidak bisa ditahan lebih lama lagi. Putri Kayana butuh istirahat malam ini dan kehadiran Kyne sangat mengusiknya. Dia langsung bangkit dan kepalanya diputar menghadap pria yang berbaring santai dengan menjadikan kedua tangan sebagai bantal.   "Apa kau seorang pangeran?"   Kyne yang sedaritadi berpikir panjang, membawa tatapan mengarah pada wanita yang bergemi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN