Bab 172: Pengkhianat

1017 Kata

Sebenarnya sang duke tidak benar-benar berniat untuk mengusir. Dia hanya ingin melihat bagaimana reaksi dua orang wanita yang tampak mencurigakan. Anastasia beberapa kali memandang ke samping, tempat di mana Putri Kayana berada. Raut wajahnya seperti mengkhawatirkan sesuatu.   Sementara dia baru sadar setelah menoleh ke arah Putri Kayana saat berbicara. Sekarang bukan lagi terang seperti acara penobatan berlangsung dan sinar senja sudah berhasil memperlihatkan bayangan-bayangan mereka di dalam kamar yang letaknya di tepi bangunan. Mentari bisa leluasa memancarkan keindahannya lewat jendela.   Di sisi lain, Anastasia dan Putri Kayana saling melemparkan pandangan. Hanya mereka yang dapat mengetahui jelas arti dari tatapan itu. Sesekali mencuri pandang ke arah sang duke ketika tidak melih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN