Tidak mau terlalu lama Ady menunggu Ellen untuk bersiap. Dengan secepat kilat, Ellen hanya mengambil jaket. Agar tidak kedinginan. Tidak lupa juga, Ellen memakai tas slempang kecil, untuk memudahkan menaruh dompet dan ponsel. "Aku sudah siap. Ayo berangkat." Ajak Ellen dengan berjalan kearah Ady, sambil menutup pintu kamar kostnya. "Sini dulu." Ucap Ady. "Itu kaya ada apa, di pipimu." "Ada apa, Mas?" Panik Ellen. "Jangan membuatku takut!" Secepat kilat Ellen mengusap-usap kedua pipinya dengan tangan, karna merasa kalau dandan yang secepat kilat tadi cemang-cemong. "Ada apa sih, Mas? Cemong, ya?" Tanya Ellen antusias dan sedikit panik. "Cup. Cup." Tiba-tiba diciumnya pipi Ellen kanan dan kiri. "Lho.. Lho.. Tadi katanya cemong. Kok malah dicium sih, mas!" Protes Ellen dengan sedikit ce

