bab 10

1907 Kata

"Ayo, kita lihat-lihat dulu ruangannya, Des, aku masih penasaran. Siapa tahu ini bekas tempat mesumnya Pak Ady." ucap Ellen menggerutu. "Heh! Kenapa kelihatan sekali, kalau kamu cemburu Len, kamu suka ya? Sama Pak Ady?" Goda Destri sambil menyenggol lengan Ellen. "Suka boleh Len, tapi cerai dulu sama abang Meki." Lanjut Destri memberi saran. "Gila kamu Des, ngomong sekate-kate! Dikira aku cewek apaan?" "Iya juga tidak apa-apa kali, Pak Ady itu kan, ganteng, tajir, yang paling penting dia masih jomblo." Ucap Destri menggebu-gebu. Ellen tak memperdulikan Destri yang terus ngoceh, kaya burung beo. Ellen hanya fokus kesetiap detail yang ada didalam kamar tersebut. "Ehh Des , kamarnya luas banget ya? Nyaman lagi. Sama kamar di rumah ibu mertuaku saja, hanya setengahnya." "Hm, coba buka l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN