Tidak lupa. Kue brownis yang tadi dibawa Ellen, diantar ke Ady beserta tehnya. Setelah diserahkan ke Ady. Ellen tak beranjak dari posisinya berdiri, karna penasaran dengan rasanya . "Enak, Mas?" Tanya Ellen penasaran. "Enak, tapi ada yang lebih manis." Jawab Ady sambil melirik Ellen. "Hah? Maksudnya?" Belum dapat jawaban dari Ady, tiba-tiba ponsel Ellen berdering. Bergegas, Ellen berlari kecil ke kamar. Mengambil ponsel yang berdering. Dan saat Ellen mlihat layarnya. Dengan cepat, Ellen menghembuskan nafas berat. Karena, ternyata dari Meki. "Halo, Mas." Ucap Ellen sedikit malas. "Ellen..." Panggilnya lirih. "Iya, Mas. Ada apa?" "Ellen.... Anak ku sudah lahir." Ucap Meki dengan suara yang bergetar. "Alhamdulillah." Benarkah? Anak Mas Meki sudah lahir? Kalau itu benar anaknya, l

