bab 42

1245 Kata

"Emm." Dengan mengangguk-anggukkan kepalanya. "Kudoakan, semoga kamu segera menikah dengan lelaki tampan ini. Dia terlihat tampan dan sangat menyayangimu." Lanjut Ibu berucap. "Iya bu." Ellen sangat terharu. Untuk pertama kalinya mendengar mantan Ibu Mertuanya mendoakannya. "Tolong doakan Ellen, semoga segera menikah dan ... Mm... A.. Aku, bi... Bisa, me. Memiliki kerurunan." Ucapnya terbata dan melemah. "Maafkan aku Len. Ibu minta maaf." Ungkapnya dengan menunduk dan meneteskan air mata. "Dulu sering mengatakan, kalau kamu mandul. Ibu menyesal" Lanjutnya menyesal. "Iya, Bu. Ellen sudah memaafkanmu. Tidurlah lagi, Bu.. Ellen mau pamit. Sudah malam." Ungkap Ellen sambil mendekat dan memeluknya. Sesaat Ellen masih berpelukan dengan Ibu Meki. Kudengar motor Meki pulang. Karna, ada orang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN