Ellen mengelus - elus lagi perutnya. Membayangkan. Seandainya itu anakku. Pasti akan aku jaga dan tidak akan pernah kubiarkan berpanas- panasan seperti itu. Eh. Eh. Tapi badut itu kok lucu, ya? Goyang ke kanan, kekiri. Walaupun cuacanya lagi panas begini, tapi semangatnya untuk mencari uang patut di hargai. Perjuangan menafkahi anak istri dirumah. Pasti setiap pulang kerumah, di todong istri. Kasihan sekali Bapak itu. "Mas. Mas." Ellen menggoyang- goyangkan lengan Ady, tanpa menoleh kearahnya. "Iya sayang? Ada apa, hmmm? Aku mendengar." Ellen menunjuk badut yang ada di seberang. "Itu, Mas. Kasihan Bapak badutnya." "Mau kasih uang? Panggil saja." Tanya Ady sambil memberikan perintah. "Tidak apa- apa, Mas? Tapi yang lain bagaimana?" Tanya Ellen masih ada sedikit keraguan. "Kan ada

