Selesai sarapan bubur, Ellen dan Ady menuju kekantor. "Terimakasih buat sarapannya, Pak." Ucap Ellen. "Hm.. Sama-sama." Jawab Ady, mengangguk-angguk kan kepala. "Saya masuk dulu Pak, permisi." Ellen berpamitan sama Ady, dan berlalu kedalam kantor. Tanpa berkata apa-apa, Ady hanya mengangkat kedua jempolnya keudara. "Pagi Len.." Sapa Destri, sedikit berteriak. "Pagi juga, Des." Jawab Ellen, dengan memutar kedua bola matanya . "Len." Panggil Destri. "Ada hal yang mau aku bicarakan." Ucap Destri serius, sambil memainkan kedua jari telunjuknya. "Apaan, sih Des. Tumben, kamu mellow gini." "Em.... Ellen... " Tba-tiba, Destri nangis kencang. Ellen sontak kebingungan dengan sikap Destri yang tiba-tiba menangis histeris. "Kenapa? Ada apa? Ada yang nyakitin kamu?" Tanya Ellen panik. Des

