Bab15 | Rumah Sakit

1732 Kata

Di rumah sakit yang sama dengan Ayahnya dulu, Ilham sekarang berada. Dia terbaring lemah di atas ranjang, dengan keadaan kepalanya diperban. Ada warna merah di area perban yang membungkus pelipis bagian kanannya. Entah karena apa, secepatnya Syifa ingin meminta penjelasan dari sahabat kakaknya. Melihat Ariel dan Bagas yang sedang duduk di bangku, Syifa segera berlari menghampiri mereka. Pasti ruangan Ilham dirawat tidak akan jauh dari mereka, pikir Syifa. Dengan nafas yang tersenggal-senggal, Syifa berkata, "Gue kira Ka Bagas mau nembak gue, sampe nelpon tiga puluh tiga kali. Eehh ... ternyata ngabarin Ka Ilham. Emang ka Ilham kenapa, sih? Ko bisa kecelakaan?" tanya Syifa yang lantas duduk di samping Ilham. Tiba-tiba Bi Inah datang dengan nafas yang tak teratur akibat berlari mengejar S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN