Mataku terbuka perlahan. Keningku berkerut saat menatap cahaya lampu. Langit-langit kamar yang ber-wallpaper bintang dengan background berwarna biru dongker, membuatku sadar bahwa aku dikamarku. Aku duduk dengan perlahan. Suara ribut di lantai bawah menarik perhatianku untuk turun. Dengan langkah terseok, aku menuruni satu per satu anak tangga. "Sabar, Jo. Kita harus cari tahu dulu siapa ayah anak itu." Ujar suara yang kuyakini adalah suara om Randy. Aku menghentikan langkahku di balik dinding kaca pembatas ruang tamu dan tangga. Aku dapat melihat bunda yang tengah menangis. Clara mengusap punggung bunda. Ayah berdiri dengan wajah gusar sambil mengacak rambutnya. Wajah ayah memerah menahan amarah. Ada apa ini? Disana juga ada Om Randy yang tengah menepuk pundak ayah untuk menenangkannya

