"Wanita dan sifat merajuknya. Mengapa Tuhan harus menyematkan sifat itu pada semua wanita saat menciptakannya? Sungguh mengherankan..." "Temui Tuhanmu dan tanyakan langsung padaNya." Dwyne berkata ketus. Darell berhenti mengaduk kopinya dan mendongak menatap Dwyne yang membuka koran pagi yang terlambat dia baca hingga sore hari yang sedikit mendung itu. Darell baru saja sampai ke London beberapa saat lalu dan mengeluhkan sikap Louisa yang sulit sekali dihubungi. Bahkan, Dwyne nyatanya telah membawa Breana ke hotel dan adik barunya itu nyaris tak nampak bahkan sekedar helaan napasnyapun tak terasa di kamar hotel itu. "Kau kenapa? Apakah kau sedang dalam suasana hati yang sama dengan Louisa? Merajuk dan marah?" "Tentu saja tidak. Tapi kalau kau berpikir bahwa Nona Louisa adalah wanita yan

