Jatuh Sakit

1692 Kata

Di bulan pernikahan kami yang kedua, aku sudah mengajukan gugatan cerai tanpa memberitahukan hal ini pada Ibu dan Bapak. Biarlah mereka tahu saat palu sudah diketuk hakim nanti. Aku tahu ini tidak benar, tapi mengingat Bapak memiliki hubungan dekat dengan keluarganya, aku hanya takut beliau tidak setuju. Mas Mustafa sendiri tak menanggapi saat aku mengutarakan niat itu. Dia tak mengiyakan, pun tak membantah. Entahlah. Dua mingguan ini sikapnya aneh. Dia lebih banyak diam dan jarang keluar kamar. Biasanya, dia rajin sekali pergi bersama kekasihnya itu. Mungkinkah hubungan keduanya sudah berakhir? Aku tak mau peduli. Toh, dia yang menginginkanku untuk tak ikut campur. Sudah lama air mata ini surut. Sakit itu perlahan berkurang meski belum hilang sepenuhnya, dan berganti dengan senyum jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN