Panggilan Mencurigakan

1400 Kata

Sepanjang perjalanan aku hanya diam sambil sesekali menyeka air mata yang menetes lagi. Aku takut apa yang dikatakan Tante Wina menjadi kenyataan. Seumur hidup aku akan sangat menyesal jika benar itu terjadi. Sekarang aku sudah tahu alasan Mama dan Ibu melarangku ke rumah sakit dulu. Mas Mustafa bercerita kalau mereka juga diusir Tante Wina ketika berkunjung ke rumah sakit. "Mil." "Hm," sahutku pelan tanpa menoleh. "Mau mampir ke mana dulu enggak?" Aku menggeleng. "Gimana kalau makan bakso?" "Enggak. Kita langsung pulang aja, Mas," tolakku, lalu memejamkan mata dengan tangan bersedekap. Kurasakan usapan di kepala, tapi aku tetap di posisi seperti ini. Entah apa yang ada di pikiran Mas Mustafa sekarang saat sang istri lebih khawatir dengan laki-laki lain. Mungkin dia kecewa, tapi sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN