1. Awal dari Sebuah Harapan.

1392 Kata
Haii-haaiiii, masih kah di sini? woah,, masih ada ternyataa^^ oke lanjut sj. Happy Reading (1. Awal dari sebuah harapan) "Berharap kepada manusia adalah seni sederhana untuk menderita." -Hana Syahira Putri.                                •°•°• Di sebuah sekolah umum swasta bernama SMK Dewantara terdapat 1 kelas yang tidak riuh, ricuh, dan tentunya aman, damai dan tentram, sehat, sentosa wkwkwk. Kelas yang di kenal sebagai kelas unggulan. Itu adalah kelas X Multimedia. Pada saat ini masuk sekolah itu di bagi menjadi 2 sesi, karena efek pandemi yang masih berkelanjutan. Hari ini yang masuk adalah sesi 2. Pelajaran pertama akan dimulai dalam 5 menit ( first lesson will start in 5 minutes ) Bel masuk telah berbunyi, seluruh siswa langsung masuk ke dalam kelas nya. Pelajaran pun akan segera di mulai. Jadwal hari ini adalah Desain Grafis, Bahasa Inggris, English Conversation, dan Sejarah. Tap Tap Tap Guru Desain Grafis pun masuk ke dalam kelas, dan bersiap untuk meng-absen dan memulai pelajaran. "Ketua kelas, ayo di siap kan." Ucap guru tersebut memberikan perintah. Karena kelas X Multimedia belum buat struktur organisasi jadi yang menyiapkan untuk berdo'a, random saja atau bebas, siapa pun yang bersedia, boleh menyiapkan untuk berdoa. "Attention please" ucap seseorang yang menyiapkan untuk berdo'a. Kita sebut saja Amora Stefani. "Yes" ucap satu kelas kompak. *note : sesi 2 itu ada 10 orang, sedangkan sesi 1 itu ada 12 orang. Okei Terimakasih. Lanjut~ "Let's Pray Together" Seisi kelas menunduk, menandakan kalau mereka sedang berdo'a menurut agama nya masing-masing, dan beruntung nya kita satu kelas islam semua. "Finish." Langsung menaikan pandangan nya lurus kedepan. "Say greeting to the teacher please." "Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" Ucap satu kelas kompak. "Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh" Jawab guru tersebut. Setelah selesai meng-absen, guru itu pun melanjutkan pembahasan tentang pelajaran desain grafis. Setelah 2 jam KBM berlangsung tiba-tiba-- Krinngggggggggg Jam istirahat pun berbunyi sangat nyaring di telinga para siswa dan siswi. Para siswa dan siswi pun langsung berhamburan. Ada yang langsung ke kantin untuk membeli makanan, ada juga yang istirahat nya hanya di dalam kelas untuk bermain handphone "Na, mau ke kantin ga?" Ucap teman Hana, kita sebut saja Rachel Adaline "Gak deh, gue mager banget hehe" Jawab Hana. *note : Mager —> Males Gerak. "Ah, lu mah mager mulu Naa" Ucap Rachel. Hana menjawab Rachel dengan cengiran khas milik nya. Rachel mendelik, melihat Hana nyengir. Karena bukan sekali dua kali dia kaya gini. Hmmm "Kalo lo gimana Ta? Mau ke kantin ga?" "Ga dulu deh, males juga gue hehehe" Ucap Tata, atau nama lengkapnya Kaneisya Tahta Tanisha. "Ih anjir kok pada males semuaa siiiiii, huh. Ya udah deh, gue juga ga jadi ke kantin" Ucap Rachel. "Kenapa gak jadi ke kantin Hel?" Tanya Hana. "Ya, lo kan pada males. Gue juga males tau kalo jalan sendirian" Jawab Rachel sambil mendelik. "Tapi lo laper ga Hel?" Tanya Hana. "Ya laper lah, makanya gue ajak lo sama Tata ke kantin. Eh gak ngajak si tapi nanya hehehe" Jawab Rachel dengan cengiran nya. "Yeu dasar bocah. Ya udah ayo gue anterin ke kantin," ucap Hana. "Gak deh, gue nya udah mager ... udah ga pengen ke kantin lagi hehe" "Bener ni gak jadi? oiya Hel, gue bawa wafer kalo lo mau ambil aja gpp, gue udah kenyang" Ucap Hana menawari wafer yang ia bawa tadi. "Aaaaaaa, lo baik banget sii Naaa sumpah" "Gak usah lebay ya Hel" "Hehehehehe," "Enwak Nwaa, lwo pwunywa lwagwi gwakkk??" Lanjut Rachel sambil mengunyah wafer yang tadi di berikan oleh Hana. "Xixixi, abisin dulu Hel, baru ngomong nanti lo kes--" Uhuk Uhuk "Baru juga gue mau ingetin, nanti lo keselek kalo makan sambil ngomong. Eh udah keselek duluan wkwkwkwk" Ucap Hana sambil mengambil botol minum yang selalu ia bawa dari rumah. "Mampus Hel Mampus! salah siapa makan sambil ngomong, udah mana ga pelan pelan lagi" sarkas Tata. "Nih minum, makanya makan pelan-pelan, jangan sambil ngomong jugaa" Ucap Hana sambil menyodorkan botol minum nya. Glek Glek Glek "Pelan-pelan Hel minum nyaa" Ucap Hana sedikit gregetan. "Iya Na iyaaa, ini pelan-pelan minum nyaa" Jawab Rachel sambil tersenyum. "Si Tata, bacod pake d" sinis Rachel. Tata hanya diam dan tidak ada perdebatan lagi setelah itu. Pelajaran Kedua akan dimulai dalam 5 menit (The second lesson will start in 5 minutes) Pelajaran kedua ada lah pelajaran bahasa inggris. Mata pelajaran itu pun berlangsung selama dua jam, dari jam 8.15 sampai jam 10.15 "Good Morning Student" Ucap ibu guru Bahasa Inggris. "Morning Mrs" Ucap satu kelas secara serempak. "How are you today?" "I'm Fine Thank you and you?" lagi dan lagi satu kelas menjawab sekaligus bertanya secara kompak. "I'm very well" "Oke, sekarang Mrs Absen dulu yaa, buat yang hadir silahkan bilang Present , oke?" Pelajaran satu per satu pun telah usai, dan sampai lah kita pada pelajaran terakhir, yaitu pelajaran Sejarah. Mata pelajaran sejarah hanya berlangsung satu jam. Guru Sejarah itu terkenal sangat killer, karena ketegasan nya yang luar biasa. Dan juga karena sifat dingin nya yang tak tersentuh kalau sedang marah. Tap Tap Tap Guru itu pun masuk ke dalam kelas dengan aura ketegasan nya. "Oke sekarang pelajaran sejarah. Siapa yang bisa menjelaskan apa itu sejarah?" "Saya pak" Ucap seorang laki-laki sambil mengacungkan tangan nya ke atas. "Oke Nathan. Silahkan jawab" "Sejarah adalah peristiwa yang terjadi di masa lalu dan efek dari peristiwa tersebut masih terasa sampai saat ini." "Sudah Nathan?" "Sudah pak" Jawab Nathan Geotama atau biasa di panggil Nathan. "Ok, silahkan duduk kembali. Ada yang mau menambahkan?" "Saya pak" Ucap Hana dengan mengacungkan tangan nya ke atas. "Oke Hana. Silahkan" "Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa di masa lalu yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan. Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu. "Oke Hana. Bagus, untuk Hana dan Nathan saya beri nilai tambahan untuk PTS nanti," "Oke karena jam pelajaran saya sudah mau habis, jadi saya mau kasih tugas kelompok untuk mapel sejarah ini. Di kumpulkan nanti kalau sesi 2 masuk lagi dan pas ada jam pelajaran saya ya," "Iyaa pak," jawab para siswa dan siswi dengan kompak. "Tugas nya, membuat makalah tentang sejarah dari suatu tempat. Contoh sejarah tentang candi borobudur dan sebagainya," "Untuk kelompok, saya yang tentuin yaa, di sini perempuan nya yang masuk ada berapa orang?" "3 pak" Jawab Tata "Oke-oke, berarti yang perempuan gak ada yang di campur ya pisah semua." Lanjut Pak Riza. "Yah anjir, kenapa di pisah sii, Gue kan gak bisa bikin makalah Naa ... jangan kan makalah, main laptop aja gue gak bisa" Ucap Tata sedikit berbisik. "Ish iyaaa, gue juga gak bisaa. Haduh gimana niii?" Ucap Rachel yang ikut nimbrung dengan pembicaraan mereka. "Gue bisa si, soalnya pas di SMP gue pernah buat makalah buat syarat kelulusan" Kata Hana memberi tahu. "Ajarin gue Naa" Ucap mereka kompak. "Lah kompak njir wkwkwk" "Iya gue ajarin, tapi secara langsung kalo dari handphone gak bisa. Biar sekalian ngerjain nya pake laptop. Ah iya kita pinjem lab sekolah aja gimana? tapi jangan sekarang. Gue gak bisa kalo sekarang. Lagi ada urusan hehe" Ucap Hana. Waktu pulang pun telah tiba, mereka pun membereskan buku yang di atas meja untuk di masukkan kedalam tas. " Gue, Rachel dan Tata pun berpisah tepat di depan pintu kelas. "Dadah Hana, gue duluan yaa" Ucap Rachel sedikit berteriak. "Hana gue duluan ya, lo hati-hati" Ucap Tata. "Iya Ta, iya Hel. Kalian juga hati-hati yaa" Kata gue sedikit berteriak, karena Rachel dan Tata udah lumayan Jauh dari pintu kelas. Saat gue mau pulang tiba-tiba-- "Naa" Panggil seseorang dari belakang. "Eh, i-iya kenapa?" Kata gue sambil membalikan badan untuk menghadap ke arah orang yang manggil tadi. "Lu bisa kan bikin makalah? Jadi gue sama ... Nanti kasih duit nya aja ke lu gimana? Nanti bilang aja ke gue berapa total nya, oke?" Ucap seseorang yang ternyata sekelompok sama gue. "O-oh, i-iyaa. Okee" Jawab gue agak gugup, karena gue tipe orang yang jarang ngobrol sama cowo kalo gak penting-penting banget. ~Dirumah~ "Argh, kok tiba-tiba gue seneng banget yaaa. Terus juga jantung gue berdebar kenceng banget, ya ampun," "Apa jangan-jangan karena cowo yang tadi yaa? Aduh Naa, lo salting? Ya Ampun" Lanjut Hana berbicara pada diri nya sendiri. TBC. Oke gais, segitu dulu ya chapter 1 nya. Semoga sukakk> Stay terus yaa, dan tunggu kelanjutan ceritanya. Makasih-!! See u next chap gais^^ di tulis pada tanggal : 19 Desember 2021 di publikasi pada tanggal : 8 Januari 2022
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN