HASAN KUSWARDI, laki-laki itu berperawakan tinggi dan tegap, dia memeliki leher yang jenjang. Rambutnya ikal berwarna coklat. Dia layaknya kuswardi lain, penampilannya menunjukkan kelas sosialnya yang tinggi. Kulitnya putih, jakunnya menonjol, mau tidak mau jakun itu membuat aku melihat lehernya yang jenjang. “Kita berjalan-jalan nyonya ?” dia mempersilahkanku dengan tangannya “Aku ingin menunjukkan kepada mu tempat-tempat yang tadinya amat berguna bagi kami” “Tuan aku kemari untuk menyembuhkan tanamanmu” Dia berhenti berjalan, caranya berjalan seperti kakek-kakek tua. Dia menautkan kedua tangannya di belakang tubuhnya “Iya Nyonya.., mmm bisakah kita sedikit lebih akrab. Anda bisa memanggilku Hasan” dia sekarang berdiri di depanku, tepat di depanku, menghalangi langkahku “Bisakah aku

