Bella duduk di teras rumahnya memainkan ponsel. Dirinya sudah tidak lagi berjualan. Berada di kantornya Alan selama tiga bulan memang cukup memenuhi kebutuhannya dan juga sang nenek. Sementara dia tidak perlu pusing memikirkan biaya kuliahnya. Semuanya pun telah ditanggung, yang paling dia pusingkan adalah ketika dia memiliki banyak tugas. Lalu sempat kepikiran kalau dirinya perlu menjual laptop kesayangannya dan juga sepeda motornya. Tapi tidak untuk saat ini. Pria bernama Alan entah datang dari mana sebagai malaikat penyelamat hidupnya saat ekonominya telah terancam. Waktu dia sedang berada di titik terendahnya Alan datang memberi kabar yang baik, mengulurkan tangannya lalu menawarkan dia pekerjaan yang baik. Bella duduk sembari memakan ubi rebus dan secangkir kopi s**u. “Bella, kamu

