BAB 34 Keputusan

1549 Kata

Hari dimana foto pembawa petaka itu tersebar, malam itu juga Ayah Baskara segera mengambil tindakan. Jadwal pertemuan penting dengan para pemegang saham pun terpaksa harus dibatalkan, ketika pria paruh baya itu mendapat kabar tak mengenakan dari putra bungsunya yang mengatakan, bahwa saat ini hubungan anak dan menantunya sedang tidak baik-baik saja. Tanpa mengulur waktu lebih lama, Baskara segera mendatangi kediaman sang putra sulung. Tepat ketika dia membuka pintu utama, sudah ada sosok Nata yang tengah duduk di single sofa dengan kepala tertunduk yang tertutupi telapak tangan. Tak jauh dari posisi Nata, tampak Dion berdiri di samping tangga lantai dua. Sedang pintu kamar atas tertutup rapat. Hembusan napas dikeluarkan oleh Baskara sebelum dia memberikan ultimatum tegas kepada kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN