"Rasanya pengen peluk, tapi kamunya engga mau. Aku bisa apa?" Mobil audi hitam metalic milik Rey, melaju membelah jalanan pada sore itu. Ia benar-benar menginjak gas mobilnya secara full, cowok itu menyetir ugal-ugalan. Membuatnya beberapa kali ingin menabrak kendaraan lain, yang melintas di depannya. Tidak butuh waktu sepuluh menit seperti yang ia katakan tadi, mungkin hanya sekitar 6 menit. Dan, Rey sudah sampai di bandara. Setelah memarkirkan mobilnya, Rey segera berlari ke dalam tempat itu. Mata tajamnya menelusuri setiap sudut bandara ini, ia mencari sesosok perempuan berperawakan tinggi dan berambut coklat brunette. Nesya. "Rey!" Sontak, cowok itu menoleh ke belakang. Ia mendapati perempuan yang sedari tadi di carinya sedang tersenyum ramah ke arahnya, bukannya senang, rey malah

