Satu dua air hujan masih menetes dari genteng, sisa berkah dari langit itu tumpah ruah sehabis kumandang azan Asar dan baru reda bakda Magrib. Itu adalah sungguh rahmat yang luar biasa, akhir-akhir ini tetangga rumah Arjuno sudah repot mencari air untuk minum dan mandi, sumur mereka kering karena sudah lama tidak turun. Alhamdulillah, dengan turunnya hujan yang lebat ini pasti akan mengisi sumur mereka kembali. Pemuda itu tadi sudah menelepon Shopia dan membuat janji dengannya, Arjuno berjanji akan menjemputnya di warung si Teteh pada jam lima. Sebenarnya sebelum hujan tadi pemuda berkulit hitam buluk itu sudah bersiap-siap untuk berangkat, dia sudah memercikkan cologne kesukaan ke ketek supaya tidak jadi sayur asam, rambutnya sudah disisir belah tengah, bedak, lipstik, lengkap pokoknya.

