Arjuno termangu sendirian di sofa yang ada di ruang tamu, kedua matanya menatap layar tielevisi namun pikirannya pergi ke suatu pernah. Entah mengapa dia merasa bete jika malam Minggu ini tidak pergi ke mana-ke mana, padahal biasanya pemuda itu memilih b******u dengan kasur bau ilernya. Bagaimana jika ke rumah Enchy? Sepertinya itu sebuah ide yang tidak baik sama sekali. Saat masih berhubungan dengannya saja pemuda itu tidak ke rumahnya untuk sekadar bermalam Minggu, apalagi sekarang. Lagi pula jika ke sana khawatir akan ada anggapan lain dari mantannya itu atau keluarganya. Bagaimana jika ke rumah Denada? Tetapi apa yang akan dilakukannya di sana? Paling juga di sana hanya curhat tidak jelas dengan temannya Shopia itu, lagi pula di sana pasti ada Abdel sales malam ini yang mengencanin

