Pagi-pagi sekali di saat tidurku baru beberapa jam dan Mas Graha masih tertidur dengan nyenyak, tiba-tiba saja ponselku bergetar dengan keras. Getarnya yang berkali-kali memaksaku untuk membuka mata. Aku memicingkan mata saat melihat layar ponsel. Didi?! Buat apa dia meneleponku di pagi buta seperti ini? "Kenapa telepon Mbak pagi-pagi?" tanyaku dengan nada malas. Aku memejamkan mata dengan ponsel menempel di telinga. "Mbak, Mama masuk rumah sakit." Suara Didi terdengar panik. Mataku yang semula terpejam langsung terbuka, kantukku pun lenyap. "Ma-Mama kenapa, Di?!" Aku tidak percaya dengan pendengaranku. "Mama jatuh di kamar mandi tadi pagi, sekarang lagi di rumah sakit," jelas Didi masih dengan nada panik. "Terus sekarang gimana?" "Mama masih belum sadar, Mbak. Mbak Rere sama M

