21. Bulan Madu yang Tertunda

1060 Kata

Bella menangis dengan keras. Aku dan Mas Graha saling berpandangan dengan wajah bingung. "Bella kenapa?" tanyaku. Bukannya menjawab, tangisnya malah semakin keras. "Dia nggak mau pulang.” Om Wiryo yang menjawab. "Kemarin juga gitu waktu Graha mau pulang," lanjutnya. "Kita pulang ke rumah dulu, ya," bujuk Om Wiryo. "Bella tinggal di sini saja, Om. Nanti malam kami antar ke rumah," kata Mas Graha akhirnya. Om Wiryo diam beberapa saat. "Iya, Bella di sini saja. Mungkin dia masih kangen." Aku menimpali. Om Wiryo menghela napas panjang, seperti tidak rela meninggalkan Bella. "Baiklah, nanti malam Om saja yang jemput Bella," kata Om Wiryo. Tangis Bella sudah mereda. Dia menarik lenganku dengan sangat kuat, seolah takut kalau aku akan pergi. Aku menggendong Bella turun dari mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN