Aku meraba-raba sekeliling, mencari selimut dan menariknya sampai ke leher. Pagi ini dingin sekali dan aku sedang tidak mau diganggu. Aku ingin tidur sepuas-puasnya. Badanku telah terselimuti dan aku mulai melanjutkan mimpi. "Sayang...." Aku merasakan sentuhan dingin di pipi. Aku menggeliat dan menenggelamkan kepala ke balik bantal. "Mas berangkat kerja dulu, ya," sambung suara itu lagi. Aku hanya berguman. "Sarapannya sudah mas siapin." Keningku terasa dikecup perlahan. "Jangan banyak kemana-mana, tiduran saja." Aku membuka mataku perlahan, merasa terganggu dengan suaranya. "Iya ... iya. Sudah sana Mas kerja saja, May mau tidur lagi, masih ngantuk." "Kalau ada apa-apa telepon Mas, ya," katanya dan kemudian menarik selimutku perlahan. Mas Graha kemudian mengelus perutku dan m
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


