Pagi itu Dafi sudah sampai di penthouse Felisha untuk mengantarkan calon ibu mertuanya ke Bandara. Masih ada waktu tiga jam sebelum pesawat itu berangkat, sehingga mereka tidak terlalu terburu-buru untuk ke Bandara dan bisa menunggu di Bandara. Felisha sedang memakan bubur ayam untuk sarapannya, lalu Dafi ikut memakan bubur ayam juga yang sudah disiapkan Yanti. Yanti masih sibuk membawa perlengkapan yang harus dibawa pulang ke Jogja. Mereka telah sampai di Bandara dan Felisha menghamburkan pelukan ke ibunya itu. “Jangan lupa obatnya yang teratur, terapi dan latihan dirumah. OK!” Yanti mewanti putri kesayangannya. “Iya mama, Felisha kan kegiatannya hanya makan, minum obat, terapi, menonton tv, tidur, repeat. Udah gitu aja terus sampai bosan” “Itu juga demi kebai

