Hartono pening mendengar cerita Clara yang memergoki anaknya sedang bergumul dengan pacarnya sendiri. Bahkan jika bukan karena Hartono, mungkin saja Felisha sudah meninggalkan Dafi selamanya. Ia tahu cinta mereka sedang menggebu dan nafsu mereka sudah terlalu memuncak hingga tidak bisa mengontrol diri mereka sendiri. Felisha masih menunduk dengan meremas tangannya sendiri. “Felisha, kamu sebaiknya masuk kamar saja” ujar Dafi lembut mengelus punggung Felisha. Felisha memandang Dafi di sampingnya, rasa bersalah karena Felishalah yang menggoda terlebih dahulu. “Trust me” tambah Dafi sambil mengangguk kan kepala ingin meyakinkan Felisha. Felisha mengangguk dan beranjak pergi meninggalkan Dafi dengan orang tuanya. Felisha menangis dalam jalannya ke kamar. Ia membaringk

