Bleeding

1762 Kata

    Hartono pening mendengar cerita Clara yang memergoki anaknya sedang bergumul dengan pacarnya sendiri. Bahkan jika bukan karena Hartono, mungkin saja Felisha sudah meninggalkan Dafi selamanya. Ia tahu cinta mereka sedang menggebu dan nafsu mereka sudah terlalu memuncak hingga tidak bisa mengontrol diri mereka sendiri. Felisha masih menunduk dengan meremas tangannya sendiri.       “Felisha, kamu sebaiknya masuk kamar saja” ujar Dafi lembut mengelus punggung Felisha.       Felisha memandang Dafi di sampingnya, rasa bersalah karena Felishalah yang menggoda terlebih dahulu. “Trust me” tambah Dafi sambil mengangguk kan kepala ingin meyakinkan Felisha.       Felisha mengangguk dan beranjak pergi meninggalkan Dafi dengan orang tuanya. Felisha menangis dalam jalannya ke kamar. Ia membaringk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN