Mobil sport hitam berhenti di depan pintu. Excel keluar dengan membanting pintu. Ia berjalan cepat masuk ke rumah dengan mengepalkan tangan dan wajah memerah karena marah. Langkah Excel terhenti di tengah ruangan. “Elena!” teriak Excel dan paman Roly segera berlari menghampiri tuannya. “Selamat datang kembali, Tuan Muda.” Paman Roly menerima jas yang di lempar oleh Excel. “Dimana Elena?” tanya Excel dengan marah. “Di ruang kerja, Anda,” jawab paman Roly. Excel berjalan cepat menuju ruang kerja dan membuka pintu dengan kasar. “Excel. Ada apa?” Elena menatap Excel. “Apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Excel menahan suaranya. “Bekerja. Kamu tidak mengizinkan aku keluar dari rumah jadi aku bekerja di sini. Sintia telah mengirimku banyak laporan,” jelas Elena.

