Ruangan dengan nuansa biru langit itu terasa sejuk. Gorden putih dipadu dengan tirai halus berwarna merah muda terlihat jelas pemiliknya adalah seorang wanita feminim. Excel menatap Elena dari sofa, entah apa yang dipikirkan pria itu. Ia hanya menikmati kecantikan wanita yang sedang fokus bekerja di depan computer dan beberapa berkas yang tersusun rapi di atas meja. “Apa kamu sedang mengagumi kecantikanku?” tanya Elena tanpa melihat Excel. “Apakah penyakit narsis juga bisa pindah?” Excel tersenyum karena Elena mengajaknya berbicara. “Lalu kenapa kamu terus memperhatikanku? Elena menatap Excel dari kursinya. “Hm, aku tergoda dengan bibir seksi itu.” Excel tersenyum lebar. “Otak kamu juga mesum.” Elena kembali fokus bekerja. Excel beranjak dari sofa dan berjalan menuju pintu kaca yang

