Untung Ada Devia

968 Kata

Langit selalu menyukai hari Jumat. Bukan semata karena Jumat adalah penutup pekan sebelum libur, melainkan karena Jumat adalah hari tersibuk di kafe. Bahkan, tak jarang kafe harus tutup lebih larut dari biasanya. Itulah yang membuatnya selalu datang lebih awal setiap Jumat pagi—seperti hari ini. Kafe sudah ia siapkan sejak tadi. Mesin kopi dipanaskan, meja-meja dirapikan, dan aroma kopi segar yang baru digiling memenuhi ruangan, memberi rasa akrab yang menenangkan. Hari ini semangatnya bahkan terasa berlipat. Semalam, saat makan malam bersama kedua orang tua Malia, ia sudah memaksa gadis itu berjanji, meminta dengan tegas: Malia tidak boleh lagi mengintervensi pekerjaannya, atau ia akan mengembalikan mobil pemberiannya. Dan ia yakin, kali ini Malia tak akan berani macam-macam. Langit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN