ANGIN SEGAR

1065 Kata

ANGIN SEGAR Peluh mulai menetes di pipi Ismoyo. Tiga hari sudah dia mencari keberadaan sang istri. Rumah mertuanya sudah didatangi, ke toko juga hampir tiap hari dilakukan oleh lelaki itu. Namun, Yanti masih juga belum terdeteksi keberadaannya. Lelaki itu benar-benar pusing saat ini. Masalah cicilan kredit pada bank saja belum terselesaikan. Uang yang terkumpul masih kurang setengahnya. Jika mengandalkan pendapatan dari dua minimarket yang dimiliki akan tetap kurang. Ismoyo memijit ringan pelipisnya. Akhir-akhir ini sering sekali dia mengalami sakit kepala. ***** "Oke. Aku setuju dengan permintaanmu. Saat pembayaran nanti kamu harus mengajakku," ucap seorang perempuan. "Apa kamu nggak percaya lagi sama aku?" "Terus terang iya. Kamu itu licik dan aku nggak mau tertipu lagi." Perempuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN