Zohrah menyeka air matanya yang masih sesekali menitik. Dia sulit mengendalikan perasaannya. Sejak ditinggalkan Alex begitu saja di depan toko tadi, hatinya merasa sedih dan sendiri. Sejenak, dia merasa terhibur saat masuk ke dalam toko dan memilih hadiah untuk Reyhan. Namun, dia kembali bersedih setelah keluar dan duduk di dalam taksi sendirian. Zohrah tahu tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua kejadian dalam hidupnya saat ini terjadi atas seizin Allah. Mungkin ini adalah ujian. Mungkin juga akan ada rencana indah setelah ini untuk hidupnya. Zohrah tetap ingin berprasangka baik pada Allah. Tapi sebagai manusia biasa yang penuh keterbatasan, terkadang Zohrah merasakan perjalanan ini sangat berat. Ingin rasanya dia segera lepas dari penderitaan ini. Pergi dari kehidupan Alex dan mem

