Tidak banyak yang Hara lakukan ketika menghabiskan liburan semesternya, hampir tiga minggu Hara menghabiskan banyak waktu bersama Agra, waktu yang membosankan tentu saja, apalagi menunggu Agra menjadi guru di tempat les yang cukup di gilai oleh siswa-siswa SMA. Agra sih gajian tapi Hara hanya mampu gigit jari. Seminggu di sisa waktu liburnya Hara kembali ke Jakarta untuk menemui kedua orang tuanya. Tidak banyak juga yang terjadi. Orang tuanya masih menyambut Hara penuh kasih sayang karena bagi mereka Hara masih putri mereka yang dulu, putri yang polos dan penurut tapi Hara yang di banggakan mereka itu bukan lagi Hara yang mereka kenal. Hara hanya bisa tersenyum ketika bunda memeluknya atau ayah memberikannya banyak makanan sepulang kerja. Keluarga Hara berkecukupan tentu saja, aya

