Pikiran Hara berkecamuk. Banyak hal yang tiba-tiba mengganggunya, Hara seolah sedang berdiri di pinggir jurang ketika dia salah bergerak sedikit saja semua akan hancur berantakan. “Masih kepikiran?” tanya Agra. Hari ini adalah hari terakhir mereka kuliah sebelum liburan semester. Mereka sedang duduk di kantin fakultas kedokteran menunggu Abrisam, Handini dan Kinanti yang sedang sibuk membantu untuk penerimaan mahasiswa baru. “Gue bingung,” jawab Hara seadanya. Dia menatap ponselnya. Terakhir kali Panji mengatakan dia sudah sampai di Bandung sejak tad pagi karena besok akan mengikuti tes masuk universitas. Panji juga menanyakan keadaan Hara tapi Hara memilih mengabaikan. Dia tidak lagi memiliki keyakinan untuk mempertahankan hubungannya dan Panji. Rasa yang selama ini menggel

