"Gue capek, Ra." Hara benar-benar bungkam setelah mendengar ucapan Agra, dia membiarkan Agra memeluknya erat. Cowok itu bahkan menumpukan keningnya di pundak Hara. Dari nada suara Agra dan bagaimana cowok itu menarik napas, Hara bisa merasakan bahwa Agra benar-benar lelah. Tapi kenapa? "Lo kayaknya emang stress berat atau ini efek mabuk berat?" Tanya Hara sambil menepuk punggung Agra dengan pelan sebelum mengurai pelukan itu. "Mandi sana, Gra, otak lo kayaknya butuh yang segar-segar. Gue mau gabung sama yang lain," ucap Hara namun Agra justru menggeleng. "Lo jangan kemana-mana, gue lagi malas sendirian," ucap Agra membuat kening Hara berkerut, dia menatap bingung ke arah Agra, mata Hara mengerjap perlahan. Rasa penasaran Hara pada pria yang masih bersandar di kepala ranjang.

