Tidak begitu mewah, ini hanya akan dihadiri jajaran direksi dan juga kolega untuk bisnis baru Marcuss. Semakin hari bisnis Marcuss kian merambah dari satu cabang ke cabang lain. Keinginannya menjadi pebisnis handal kian makin terwujud pula. Marcuss semakin memantaskan dirinya untuk bersanding dengan Alena, wanita yang dia cintai. "Ah Mr.Marcuss dan Miss Alena sudah datang rupanya." Alena dan Marcuss tersenyum ke arah mereka. Mereka saling bersalaman dan bersapa ria. Layaknya bintang tamu pada pertemuan kali ini, mereka mencuri perhatian banyak orang di sana. "Apakah kalian akan menikah tahun ini?" tanya salah satu di antara mereka. Marcuss tersenyum, dia memandang Alena dengan lembut. "Doakan saja, jodoh tidak akan ke mana," jawab Marcuss. "Tentu saja kami doakan Pak, kalian sanga

