22. Keluarga Kusuma

1108 Kata

Ruangan Grace sangat ramai, pasalnya gadis kecil itu kini tengah menangis kesakitan. Sekujur tubuhnya terasa ngilu dan lemas. Manik mata indah itu kehilangan binarnya, semakin sayu seperti mayat hidup. Grace juga merengek meminta Dokter Cheryl untuk datang menjenguknya. Ozan sudah berkali-kali menghubungi nomor ponsel Alena dan nomor telepon rumah dinasnya. Namun hasilnya nihil, dia tidak mendapat jawaban sama sekali. "Ayolah, angkat teleponnya," pinta Ozan sambari terus menekan nomor ponsel Alena. Kini Grace ditangani oleh Willy dengan bantuan dokter gabungan yang mempunyai akreditasi sangat baik dalam penanganannya. Mungkin ini tidak akan sebaik Gustin dan Alena, tetapi paling tidak mengurangi rada sakit Grace. "Seharusnya Dokter Cheryl tidak mundur sepihak dan meninggalkan pasienn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN