Goodbye

1453 Kata

Sudah dua hari aku bolak-balik antara rumah dan rumah sakit menjaga Sandi. Di hari dimana aku tahu kalau Sandi sedang kritis, ia bangun. Alhamdulillah saat ini ia sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. "Kenapa Sandi nggak pernah bilang ke aku kalau dia sakit?" Aku dan Tante Hilma sudah duduk di kursi di depan ruang ICU. Berkali-kali aku menyeka air mataku yang terus-terusan jatuh membasahi kedua pipiku. Tante Hilma mengusap punggungku untuk mencoba menenangkanku. "Sandi memang seperti itu, Rita. Dia tidak ingin terlihat lemah di depan orang lain." "Tapi aku pacarnya Tante, bukan orang lain," sela ku. Aku tidak habis pikir dengan Sandi. Bagaimana bisa ia menyembunyikan sakitnya ini padaku? "Ma, Kak Sandi belum juga sadar?" Aku mengangkat kepalaku untuk melihat siapa pemilik suara itu. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN