Otista menggelengkan kepalanya menatap Celine. "Sebaiknya kamu berharap bahwa seminggu ini adalah mimpi yang indah bagimu,dan saat terbangun nanti kamu kembali mendapati Tuan muda yang biasanya, yaitu Tuan muda yang selalu menyakitimu, membuatmu kesal, mengacuhkanmu dan segalanya yang buruk yang selalu dia lakukan padamu. Kurasa itu jauh lebih baik untukmu." Ucap Otista. Celine hanya tersenyum getir mendengar ucapan Otista. "Sudahlah Otista, mungkin memang aku bukanlah gadis takdirnya seperti yang kalian duga selama ini, aku akan pergi setelah anak ini lahir dan telah melihat ayahnya untuk pertama dan mungkin terakhir kalinya. Aku akan merawatnya sepenuh hatiku."sahut Celine. "Ouw iya! Otista, bisakah aku minta tolong padamu? Tolong Carikan aku sopir." Ucap Celine. "Sopir? Kamu tidak m

